HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM Tarbiyah

Yakin Usaha Sampai

  • Kalender

    Mei 2009
    M S S R K J S
        Jun »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Kategori Tulisan

  • CHAT ROOM

  • komentar

    iza di PINTAR VS BODOH ???
    sulis di contoh proposal skripsi
    sistem informasi sek… di PENDIDIKAN ISLAM DALAM SISTEM…
    Stop Dreaming Start… di contoh proposal skripsi
    laila di contoh proposal skripsi
    qossam di PKS Cuma Gertak Sambal
    alqossam di PKS Cuma Gertak Sambal
    suriza di Demo Hotel Grand Antares
    zay di Demo Hotel Grand Antares
    zay di Demo Hotel Grand Antares
    zay di Demo Hotel Grand Antares
    dir88gun2 di PKS Cuma Gertak Sambal
    qossam di newsletter
    ressay di MAKALAH LK-II
    dedekusn di PINTAR VS BODOH ???
  • http://princess135.blogspot.com www.islamonline.com
  • MENGUBAH STRATEGI PERANG

    Posted by alqossam1986 pada 8 Mei 2009


    MENGUBAH STRATEGI PERANG

    MENJADI STRATEGI KITA

    BAGIAN I

    STRATEGI PERANG

    Pengetian Strategi.

    Kata “strategi” pada mulanya sangat akrab di kalangan militer , secara etimologis berasal dari kata majemuk bahasa Yunani, yaitu Strategos yang berarti pasukan dan agein yang berarti memimpin. Secara umum kata strategi yang dipergunakan di kalangan militer sering diartikan sebagai seni memenangkan perang melawan musuh dengan pemanfaatan kekuatan yang dimiliki secara maksimal. Strategi perang yang dilaksanakan suatu negara sangat bervariasi hal ini banyak faktor yang mempengaruhi seperti geografi, potensi nasional, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan sebagainya. Semua faktor tersebut dapat disebut sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Sebab sarana yang tersedia akan memperluas atau mempersempit ruang gerak dari kemungkinan cara yang dapat digunakan. Semakin banyak sarana yang tersedia akan semakin banyak cara yang mungkin dilakukan, tergantung dari kemampuan panglima untuk menatanya secara harmonis.
    Untuk menguraikan pengertian strategi sangat beragam tergantung dari sejarah suatu bangsa dalam pengalamannya melaksanakan perang, kemajuan ilmu pengetahuan serta pendekatan politik yang berlaku pada kurun waktu tertentu. Beberapa pendapat tentang pengertian strategi dari penulis-penulis militer, dapat diuraikan sebagai berikut :

    1. Sun Tzu. Dia adalah seorang ahli militer terkenal dan merupakan orang pertama dalam daftar ahli strategi militer Cina. Nama aslinya adalah Sun Wu dan lebih dikenal sebagai Sun Tzu : Seni Berperang, dan teori militernya diterbitkan pada musim Semi dan Gugur, yakni (770-476). Meskipun kata strategi belum dikemukakan secara jelas tetapi itulah strategi, Sun Tzu, mengatakan : ” Dalam semua perkelahian, metoda langsung dapat dipergunakan untuk mengadakan pertempuran, tetapi metoda tidak langsung akan diperlukan untuk menjamin kemenangan itu, maka jalan terbaik ialah dengan cara merebut negeri musuh dalam keadaan utuh, dan menawan tentara musuh tanpa menghancurkannya serta mematahkan perlawanan musuh tanpa melaksanakan perkelahian. Untuk mencapai hasil yang demikian itu, maka dibutuhkan seorang panglima yang ulung. Seorang panglima dikatakan ulung dalam serangan bila lawannya tidak tahu apa yang harus dipertahankan, dan dia ulung dalam pertahanan bila lawannya tidak tahu apa yang diserang.

    2. Napoleon (1769-1821) . Mengatakan “Strategi adalah taktik besar” Apa yang dimaksudkan oleh Napoleon dengan taktik tidak dijelaskan, tetapi dapat diartikan bahwa ada persamaan antara taktik dengan strategi yaitu bagaimana menggerakkan suatu pasukan dalam ruang dan waktu yang tertentu untuk mencapai tujuan. Namun tentu ada perbedaan antara strategi dan taktik, menurut pengertian diatas terletak perbedaan graduel. Dengan manuver stategis pasukan digerakkan dari daerah pangkalan dari suatu medan tempur ke suatu medan tempur lain. Sedangkan manuver taktis menggerakkan pasukan di medan tempur dari daerah persiapan kesasaran untuk tujuan untuk mengalahkan musuh

    3. Clausewitz (1780-1831). Mengatakan “Strategi adalah ajaran tentang penggunaan pertempuran untuk mencapai tujuan perang dan taktik adalah ajaran tentang adalah ajaran tentang penggunaan angkatan perang dalam pertempuran. . Dengan definisi ini tergambar bahwa Clausewitz sebenarnya mempersempit arti strategi, yaitu terbatas pada penggunaan pertempuran semata-mata., serta selanjutnya memberikan wawasan, bahwa hanya pertempuranlah alat mencapai tujuan perang dan merupakan alat satu-satunya bagi strategi. Strategi menggariskan rencana perang dalam (1) menentukan tujuan, (2) menentukan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan, (3) mengarahkan kampanye, dan (4) sarana pertempuran yang harus dilaksanakan dalam tiap kampanye.

    4. Yomini (1779-1869). Mengatakan : “Strategi adalah seni berperang diatas peta yang meliputi seluruh kawasan atau theatre operasi. Taktik besar ialah seni menempatkan pasukan di medan tempur sesuai sifat medan, mengerahkan dan melaksanakan pertempuran di medan, yang berbeda dengan perencanaan di peta. Dalam operasi militer terdapat 3 unsur yang saling mempengaruhi (1) unsur waktu mempunyai peranan penting bahkan kerap kali mendominasi untuk tercapainya kemenangan perang (2). Unsur ruang , karena setiap operasi militer harus dilaksanakan dalam suatu ruang tertentu pula. Ruang mempunyai hubungan yang erat dengan waktu , karena setiap operasi militer dilakukan dalam ruang dan waktu terbatas dan (3) Unsur daya gerak, dimana kecepatannya akan mempengaruhi nilai waktu. Kemampuan bergerak yang makin besar dari suatu pasukan, akan memberikan keuntungan yang lebih banyak baginya, dan dengan keunggulan tertentu, akan memiliki kebebasan bertindak dan bergerak semakin besar

    5. Burne (1833-1898). Mengatakan “Strategi adalah cara membawa musuh ke dalam medan tempur dan taktik adalah cara mengalahkannya” Burne melihat aspek aspek logistik sebagai cara membawa pasukan kemedan pertempuran, dan taktik mengatur tindakan. Salah satu masalah strategi disatu pihak ialah memaksa musuh untuk bertempur, jira mungkin pada waktu dan tempat yang kita Pili sendiri. Waktu dan tempat yang dipilih tentunya yang menguntungkan bagi kita. Segi lain yang terdapat dalam hal ini ialah bahwa kita harus memegang inisiatif dan lawan berada dalam sikap menunggu. Dilain pihakl yang harus dipecahkan , bagaimana membawa pasukan kita ketempat dan pada waktu yang ditentukanitu, atau kata lain bagaimana cara bermanuver dari basis pasukan kedan pertempuran. Setelah pasukan sampai dimedan operasi, maka mulailah masalah taktik bagaimana menggunakan pasukan itu mengalahkan musuh. Dengan demikian terlihatlah antara strategi dan taktik, yang menurut Burne taktik itu mulai setelah strategi berakhir.

    6. Lidder Hart. Mengatakan “Strategi seharusnya berarti seni menggunakan kekuatan militer untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh kebijaksanaan politik. Dia mengeritik pendapat-pendapat tentang strategi yang mengutamakan pertempuran , sehingga dia mengatakan, ” Mencapai tujuan perang hanya dengan pertempuran adalah bertentangan dengan akal sehat. Oleh karena itu Lidde Hart melanjutkan, bahwa penyelenggaraan perang pada tingkatan yang lebih tinggi, yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah dan bukan pemimpin militer yang hanya merupakan pelaksana dalam pengendalian operasi

    7. Andre Beaufre. Mengatakan : ” Strategi adalah seni menerapkan kekuatan sedemikian rupa sehingga menghasilkan sumbangan yang paling berdaya guna menuju tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh kebijaksanaan politik. Pengertian ini, dapat diterapkan kepada semua seni perang, karena secara tradisionil seni perang dapat dibagi menjadi strategi, taktik dan logistik. Taktik ialah jenis seni menggunakan senjata, didalam pertempuran hingga menghasilkan pukulan yang maksimal. Logistik adalah pengetahuan tentang pembekalan dan gerakan. Keduanya bersangkutan dengan faktor material, karena keduanya melihat sifatnya adalah pengetahuan tentang alat peralatan, sebagaimana dengan pengetahuan teknik. Strategi harus didasarkan pada pemikiran dan pemberian alasan, dengan demikian ia tidaklah meerupakan pengetahuan mengenai benda atau alat peralatan dan juga bukan aspek politik.

    8. Mao Tse Tung. Mengatakan : “Ilmu Strategi berhubungan dengan hukum yang mengatur situasi perang sebagai suatu keseluruhan. Ilmu kampanye berhubungan dengan dengan hukum yang mengatur kampanye dan diapilkasikan dalam kampanye. Ilmu taktik berhubungan dengan hukum yang mengatur pertempuran diaplikasikan dalam pertempuran. Dalam hubungan strategi dan taktik, Selanjutnya Mao tse Tung mengatakan : “Strategi dan taktik mempunyai hubungan dengan ruang dan waktu, dan memainkan peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan perang berlarut dan atau gerilya. Waktu dan ruang harus dapat digunakan untuk menciptakan situasi prangyang mnguntungkan. Situasi perang, sebagai keseluruhan dapat meliputi seluruh dunia, seluruh negara atau suatu kawasan gerilya berdiri sendiri. Tugas ilmu strategi ialah mempelajari kaidah perang, untuk mengarahkan perang yang meliputi suatu situasi perang sebagai keseluruhan, seangkan tugas ilmu kampanye dan ilmu taktik mempelajari kaidah perang untuk mengerahkan perang yang meliputi sebagian dari situasi itu. Dari sini dapat diperoleh gambaran bahwa perbedaan antara strategi, kampanye dan taktik hanya terletak pada ruang lingkupnya saja.

    9. Indonesia. Sterategi perang Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 mengalami dinamika, menyesuaikan dengan situasi yang berkembang, politik dan kepemimpinan nasional dan juga tidak terlepas dari perkembangan situasi global. Kita melihat sejenak kebelakang, ketika perang kemerdekaan, bagaimana strategi perang yang diIakukan,. Bung Hatta menjelaskan .” Tiap orang meskipun bukan militer bisa mengeri, bahwa tentara rakyat kita mesti mencari kekuatan dalam cara-cara gerilya dan bumi hangus. Akan tetapi ini mesti difahamkan lebih dalam. Siasat kita mesti menghindarkan kekuatan lawan dan kelemahan kita dan sebaliknya mencari dan mempergunakan kelemahan lawan dan kekuatan kita. Kekuatan lawan terletak pada technische uitrusting dan organisasi yang serba lengkap, dan modern. Karena itu kita menghindari pertempuran-pertempuran terbuka dimana ia bisa menumpahkan sepenuhnya angkatan udaranya, tanknya, meriamnya, motorisasinya dan sebagainya. Sebaliknya kita mesti menghentikan sifat pertahanan kita dulu yang statis dan mesti membuat tiap plosok tanah air jadi medan perrtempuran gerilya yang tidak habis-habisnya, dengan effenswiteit secara gerilya. Untuk semuanya itu perlu pelaksanaan persiapan yang banyak, perlu pembagian tugas yang tepat, dan spesialisasi pada tugas itu. Berkaitan dengan situasi yang berlaku,. A H Nasution menulis “Politik Militer ialah kebijaksanaan pemerintah mengenai persiapan dan pelaksanaan perang, yang menentukan baik buruknya serta besar kecilnya potensi dan kekuatan perang “. Kaum politiklah yang bertanggung jawab atas politik militer ngara, bahkan seterusnya politiklah yang menentukan strategi dari pada tentaranya. Dan pada kenyataanya menteri pertahananlah toko politik militer itu.
    Mengikuti aliran sejarah perjuang bangsa menegakkan kemerdekaan dan mempertahankan kedaulatan negara, strategi ini tertuang di dalam UUD 1945. Dalam pasal 27 dan pasal 30 UUD 45, antara lain menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Bahwa usaha pertahanan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai komponen utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.
    Kemudian dijabarkan lagi di dalam UU No 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, yang secara jelas juga mengamanatkan kepada warga negara di republik ini. Dalam undang-undang itu disebutkan bahwa sistem pertahanan negara adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. Hakikat pertahanan negara adalah segala upaya pertahanan bersifat semesta yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri.
    Untuk mewujukan kebijakan ini masih banyak perangkat Undang-undang, peraturan untuk mendukung sistem pertahanan rakyat semesta. Namun demikian kebijakan-kebijakan merupakan produk politik yang menunggu tahapan yang panjang, sebalinya bagi prajurit dari pangkat yang terendah sampai yang tertinggi kesiapan untuk perang setiap detik adalah prioritas. Motto yang sangat klasik “Jika mau damai bersiaplah perang”. Strategi, taktik dan tehnik terus dipersiapkan setiap detik, setiap denjut nafas untuk mempertahankan kaulatan negara.

    Strategi, Taktik dan Tehnik.

    Memahami berbagai pendapat ahli tentang strategi perang bahwa strategi, taktik dan tehnik adalah cara melaksanakan perang yang membedakan adalah ruang lingkup baik dalam tinjauan waktu, tingkatan kesatuan dan luasnya daerah operasi. Dalam lingkungan pendidikan militer dirumuskan bahwa : Straregi ilmu dan seni dalam mempelajari pnggunaaan alat perlengkapan dan tenaga untuk mencapai tujuan. Taktik suatu cara menggunakan alat perlengkapan dan tenaga yang ditentukan oleh strategi. Sedangkan tehnik, suatu cara yang ditentukan oleh taktik. Visualisasi perbedaan strategi, taktik dan tehnik akan tergambar didalam pendidikan / latihan Militer.
    Setiap calon tentara apakah untuk para prajurit bawahan, bintara atau perwira yang pertama sekali dilatih adalah masalah teknik seperti gerakan perorangan, bongkar pasang senjata, menembak, lintas medan dan sebagainya. Kemudian dilanjutkan latihan dalam hubungan kesatuan seperti regu, peleton atau tingkat yang lebih besar lagi. Ketika prajurit telah bergerak dalam hubungan kesatuan kecil seperti regu, peleton masalah taktik sudah mulai dilatih bagaimana serangan, pertahanan dan penyergapan dilakukan. . Berbagai variasi taktik dilakukan sesuai dengan tingkat kesatuan maka disebut dalam latihan taktik peleton dalam serangan, taktik peleton dalam pertahanan atau tingkat yang besar lagi brigade dalam serangan, brigade dalam pertahanan
    Apabila latihan yang lebih besar yang biasanya disebut Latihan Gabungan antar Angkatan (Angakatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Uara) maka persoalan strategi menjadi pokok utama bagaimana menghadapi serangan agresor mengancam kedaulatan negara. Benarlah apa yang dikatakan oleh Yomini bahwa “Strategi adalah seni berperang diatas peta yang meliputi seluruh kawasan atau theatre operasi. Taktik besar ialah seni menempatkan pasukan di medan tempur sesuai sifat medan, mengerahkan dan melaksanakan pertempuran di medan, yang berbeda dengan perencanaan di peta Para Jenderal, / Marsekal / Laksamana mengendalikan semua gerakan operasi diatas peta ditambah lagi perkembangan tehnologi serba digital semua pengendaliaan kesatuan dapat termonitor dalam audio dan visual.
    Dalam latihan gabungan ini akan tergambar secara jelas hubungan antara strategi, taktik dan tehnik yang memberikan dukungan satu sama lain. Tidak ada manfaatnya strategi para panglima bila kemampuan para perwira bawahan sebagai pasukan taktis tidak mempunyai inisiatif untuk bermanuver di medan dan para prajurit tidak mempunyai kemampuan tehnis dalam lintas medan serta menghancurkan musuh dengan ujung bayonet. Sebaliknya bila perang dapat dimenangkan tidak dapat dipungkiri semua tingkatan melaksanakan fungsinya. Hal ini telah dijelaskan oleh Burne bahwa “Strategi adalah cara membawa musuh ke dalam medan tempur dan taktik adalah cara mengalahkannya.

    Karakteristik Strategi Perang.

    Strategi perang sama tuanya dengan umur manusia, sesuai dengan perkembangan kemajuan manusia dalam berpikir untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sekaligus berpikir untuk mempertahanakan dirinya, kelompoknya dan negaranya. Kini strategi perang terus dikembangkan. Tehnologi imformasi memberikan sumbangan yang besar untuk memudahkan perang baik perang bentuk fisik maupun perang psikhologi. Namun demikian karakteristik strategi perang tetap berlaku sampai saat ini, seperti diuraikan dibawah ini :
    1. Menetapkan tujuan. Strategi Perang harus menetapkan tujuan yang diinginkan sebab tujuan akan mempengaruhi kebijakan pemerintah negara tersebut dalam penyusunan kekuatan angkatan perangnya.
    2. Memperkirakan kemampuan lawan. Strategi Perang berusaha memperkirakan ancaman yang mungkin dan memperkirakan kemampuan lawan secara terus menerus dengan mengikuti setiap gerak dari lawan.
    3. Memperkirakan kekuatan sendiri. Strategi Perang harus memperhatikan kemampuan diri sendiri, menghitung potensi nasional khususnya potensi perang yang sewaktu-waktu dapat dikerahkan
    4. Memperkirakan keadaan Lingkungan. Strategi Perang memperhatikan keaaan lingkungan sebagai ajang perang dalam lingkup yang luas seperti geostrategi, geopolitik yang akan mempengaruhi baik untuk pihak lawan maupun pihak sendiri.
    5. Memperhatikan faktor ruang dan waktu. Strategi Perang harus mempertimbang ruang dan waktu yang tersedia karena keduanya mempunyai hubungan yang erat yang berkaitan satu sama lain.
    6. Memperkirakan alternatif cara bertindak. Stategi Perang disusun berdasarkan kondisi yang berlaku kemudian dianlisis meliputi analisis gerak, analisis aksis, analisis dinamik dan menyusun alternatif-alternatif yang harus dilakukan untuk menangkal atau menghancurkan musuh. dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan
    7. Menyusun tahapan-tahapan kegiatan. Strategi Perang tidak pernah berhenti selama negara masih eksis oleh karena itu strategi memusatkan perhatian pada gerak langkah membagi dalam tahap-tahapan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan

    Karakteristik taktik
    Dalam pendidikan militer diajarkan bahwa taktik suatu cara menggunakan alat perlengkapan dan tenaga yang ditentukan oleh strategi. Oleh karena itu meskipun keduanya mempunyai arti yang sama yaitu cara tetapi cara pandangnya dan ruang ruang lingkup berbeda. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut ;
    1. Menetapkan tujuan. Taktik merumuskan tujuan yang disebut tugas pokok sebagai penjabaran perintah komando yang lebih tinggi atau inisiatif komandan lapangan berdasarkan situasi yang dihadapi. Tugas pokok dirumuskan dalam satu kalimat yang utuh yang menjawab siapa, apa , bilamana , dimana dan dalam rangka apa ditutup dengan penekanan kegiatan berikut harus atas perintah
    2. Memperkirakan kemampuan lawan. Taktik selalu memperhatikan kemampuan lawan yang akan dihadapi dengan mengadakan intelijen tempur dapat berbentuk patroli pengintaian sehingga mengetahui secara konkrit berapa kekuatan musuh, kedudukannya, susunan bertempur, alat perlengkapan jika mungkin keadaan moril pasukan, serta kemungkinan bala bantuan.
    3. Menghitung kekuatan sendiri. Taktik mengharuskan menghitungkan kekuatan sendiri an pasukan kawan sebagai bahan perbandingan terhadap kemampuan lawan termasuk kemungkinan pasukan tetangga dan pasukan komando atas yang akan memperkuat.
    4. Memperkirakan keadaan Lingkungan. Taktik tidak berbicara tentang lingkungan yang luas tetapi yang menjadi perhatian khusus adalah keadaan medan dan keadaan cuaca di tempat pasukan akan bermanuver. Aspek medan yang menjadi pertimbangan adalah medan kritik, lapangan tinjau dan lapangan tembak, lindung tinjau / lindung tembak, jalan pendekat serta rintangan. Sedangkan aspek cuaca meliputi suhu, angin. temperatur dan endapan.
    5. Memperhatikan faktor ruang dan waktu. Tidak berbeda dengan strategi, taktik harus mempertimbang ruang dan waktu yang tersedia karena keduanya mempunyai hubungan yang erat yang berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu perencanaan waktu selalu dilakukan diawal semua kegitan perencanaan sehingga pelaksanaan operasi Hari H dan Jam J sudah ditentukan sejak awal.
    6. Memperkirakan alternatif cara bertindak. Tidak berbeda dengan strategi taktik berdasarkan kondisi yang berlaku baik mkeadaan musuh maupun kemudian dianlisis meliputi analisis gerak, analisis aksis, analisis dinamik dan menyusun alternatif-alternatif yang harus dilakukan untuk menangkal atau menghancurkan musuh.dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Isinilah titik kunci kemampuan para komandan dalam menganalisa cara bertindak menghadapkan kemungkinan cara bertindak sendiri ddihadapakan dengan kemungkinan cara bertindak lawan. Sehingga ditemukan cara bertindak terbaik dengan menjawab bagaimana serangan / pertahanan dilakukan
    7. Menyusun tahapan-tahapan kegiatan. Taktik juga menyusun tahap-tahapan kegiatan tergantung luasnya daerah tanggung jawab, waktu yang terseia serta kegiatan apa yang akan dilakukan. Tentunya penyusunan tahapan serangan dan pertahanan akan berbeda.

    Uraian diatas memberikan gambaran singkat bagaimana strategi yang dilakukan oleh Angkatan Perang di negara manapun. Tiap negara mempunyai keunggulan tersendiri sehingga tidak ada negara yang paling kuat dan paling dominan semuanya ada titik lemah. Mungkin banyak orang mengatakan Amerika Serikat paling unggul angkatan perangnya baik di darat, laut dan udara. Tetapi sejarah membuktikan bahwa Amerika boleh memenangkan pertempuran tetapi belum tentu memenangkan perang. Kenyataan membuktikan bahwa Amerika Serikat belum dapat menguasai Irak, Afghanistan secara penuh dan perlawann sampai hari ini terus dilakukan dengan taktik perang berlarut. Benarlah kata Sun Tzu bahwa jalan terbaik untuk menjamin kemenangan itu ialah dengan cara merebut negeri musuh dalam keadaan utuh, dan menawan tentara musuh tanpa menghancurkannya serta mematahkan perlawanan musuh tanpa melaksanakan perkelahian
    Kini tehnologi perang terus berkembang, selama dunia berkembang manusia terus mencari solusi baru untuk memenangkan perang. Tetapi prinsip-prinsip strategi tetap dipegang teguh, tinggal lagi seni panglima perang untuk mengatur irama perang untuk mencapai tujuan.

    BAGIAN II

    STRATEGI KITA

    Pemahaman Strategi Kita

    Pengertian strategi perang seperti diuraikan diatas, selanjutnya berkembang, strategi tidak hanya diperlukan pada saat terjadinya peperangan, tetapi juga pada saat-saat damai. Strategi tidak saja dipergunakan di kalangan militer, tetapi untuk kita semua. Setiap hari dalam kehidupan manusia diperlukan strategi oleh karena itu strategi perang bukan punya angkatan perang saja tetapi adalah untuk kita semua. Siapa saja boleh memakai kata “strategi saya”, “strategi anda” untuk mudahnya kita sebut saja “STRATEGI KITA”
    Istilah strategi hampir-hampir tidak mengenal batas siapa saja boleh memakainya. Mari kita simak wawancara wartawan kepada seorang pemain bulu tangkis yang baru saja memenangkan pertandingan :
    Wartawan : Hallo, selamat anda telah memenangkan pertandingan ini dengan susah payah, bagaimana strategi anda ketika anda dalam tertekan kemudian anda dapat terlepas dari tekanan ?
    Pemain bulu tangkis : Terima kasih ini semua berkar doa anda semua. Memang pada mulanya saya sangat tertekan dan smash lawan yang selalu kesudut kanan belakang membuat saya kesukaran untuk mengembalikannya Setelah beberapa saat saya berpikir terus dan dengan cepat saya mengubah strategi dengan tidak memberi kesempatan lawan untuk melakukan smash dan saya lakukan bola pendek dan lawan terpaksa mengangkat bola dan berbalik saya melakukan smash. Dan akhirnya saya memegang inisiatif dan menang
    Kita dengar pula perbincangan dua pedagang ini
    Pak Ahmad : Saya dengar dari teman anda, bahwa beberapa tahun lalu anda sering kesulitan dalam memasarkan produk anda ? Dan kini saya melihat produk anda membanjiri pasar dan menjadi pembicaraan orang banyak, strategi apa yang anda gunakan sehingga perusahaan anda tetap eksis dan bukan saja eksiis bahkan berjaya
    Pak Nasir : Alhamdulillah. Tuhan memberkati usaha saya . Tidak ada strategi yang muluk-muluk saya percaya kepada Tuhan bahwa Tuhan sayang kepada orang yang jujur dan bertanggung jawab dan menepati janji. Saya selalu jujur kepada pelanggan saya dan bertanggung jawab bila ada kerusakan barang akibat kelalaian perusahaan saya dan saya berusaha menepati janji baik kepada pemasok dan distributor. Dengan strategi yang sederhana ini sampai saat ini seperti yang saudara lihat barang saya laku keras dipasar, yaah pesaing saya tampaknya agar keder
    Akhir-akhir ini suasana Pemiliihan Kepala Daerah baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi, berlangsung dengan semarak . Sudah pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Salah satu kandidat mengalami kekalahan telak. padahal sebelum pelaksanaan Pilkada diperkirakan akan memperoleh kemenangan. Dalam evaluasi terjadi dialog.
    Penanya : Kita merasa heran akan kekalahan yang kita alami, rasanya melihat hasil polling kita selalu diunggulkan. Dimana letak kesalahan “strategi kita” sehingga kita menjadi gagal, jangankan jadi pemenang jai runner up pun tidak, gimana ni ya.
    Pendapat A : Tidak ada kelemahan “strategi kita” rasanya sudah pas mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan tampaknya beres saja, yang pasti kita di kerjain oleh KPU, dan nuansa money politik nampaknya demikian merebak disemua lini
    Pendapat B : Bukan kecurangan, sebab kekalahan itu sangat telak, kantong-kantong yang kita perkirakan unggul tetapi jauh meleset. Saya mempunya keyakinan bahwa ada sesuatu yang salah dalam mengatur strategi. Kalau bicara money politik jujur sajalah kita juga melakukannya, mungkin kita kurang banyak.
    Pendapat C. Benar ada yang salah pada kubu kita, mungkin kita selalu ternina bobokan dengan hasil polling, kita tidak mendengar pendapat rakyat secara riil. Kita hanya dengar pendapat dalam pertemuan formal. Dan yang pasti kita kurang kontrol terhadap tim sukses, terlalu percaya dan yang pasti juga ada celah dalam penyusunan stratefi, kita hanya menghitung kekuatan sendiri dan tidak berani mengakui kelemahan kita, Dan kita asyik dengan diri kita sendiri dan lupa terhadap pergerakan lawan. Kita tidak pernah membaca strategi kompetitor, dan kita asyik dengan keunggulan dan lupa pada kelemahan.
    Tiga dialog ini adalah imajinair tetapi kenyataan dilapangan pasti terjadi. Tiga dialog ini memberikan gambaran bahwa strategi dibutuhkan dalam gerakan perorangan, kelompok atau organisasi yang besar. Strategi dibutuhkan oleh militer, atlit, pedagang bahkan politikus. Orang tidak peduli ini strategi atau ini taktik yang penting ini adalah strategi dan inilah

    “STRATEGI KITA”

    Penggunaan strategi dan tipe strategi.
    Prof Dr Sondang P Siagian dalam bukunya proses pengelolaan pembangunan Nasional menyatakan, bahwa penggunaan istilah strategi dalam konteks pembangunan nasional pun memang ada relevansinya karena pembangunan nasional merupakan peningkatan kemampuan memenangkan perang. ” dimana suatu bangsa dan negara sadar dan atas pilihan sendiri terlibat untuk melawan kemiskinan, kemelaratan, ketidakadilan dan berbagai penyakit sosial. Dalam hubungannya dengn kebijaksanaan Prof Dr Sondang P Siagian mengatakan bahwa istilah kebijaksanaan dan strategis dengan senafas karena kaitannya yang sangat erat, baik ditinjau dari segi perumusannya maupun dilihat dari segi opersionalisasinya dalam rangka pencapaian tujuan suatu bangsa dan negara.
    Tentang tipe-tipe strategi menurut Prof Dr Sondang P Siagian dalam bukunya Bunga Rampai Manajemen Modern, dijelaskan terdapat 5 tipe strategi yaitu :
    Pertama : Klasifikasi yang didasarkan pada ruang lingkup, yaitu
    a. Master strategy, yang mencakup misi dasar, maksud dan tujuan serta kebijaksanaan umum.
    b. Program strategy. Yang ruang lingkupnya lebih sempit dari cakupan diatas dan hanya mencakup hal-hal yang dirumuskan dalam bidang penggunaaan sumber-sumber yang ada baik tenaga, sarana fisik dan sarana lainnya dalam rangka pencapaian tujuan dasar organisasi.
    c. Sub Strategy, untuk cakupan yang lebih sempit lagi, dalam arti sudah menyangkut usaha pelaksanaan operasional.
    Kedua : Sterategi dapat pula diklasifikasikan atas dasar tingkat keberlakuannya dalam organisasi, seperti ;
    a. Wewenang kantor pusat
    b. Wewenang Cabang
    c. Wewenang divisi, dsb nya.
    Ketiga : Strategi lain yang juga dikenal adalah atas dasar objek strateginya, seperti sumber-sumber material , personal, keuangan dan sebagainya .
    Keempat : Strategi dapat pula diklasifikasikan berdasarkan maksud dan fungsi strategi tersebut. Misalnya
    a. Strategi pertumbuhan organisasi
    b. Strategi pemasaran
    c. Strategi produksi
    d. Dan sebagainya
    Kelima : Strategi para manager. Strategi inii timbul sebagai akibat fasafah hidupyang dianut, motivasi, tehnik penggerkan bawahan dan sejenisnya yang dianut oleh seorang manajer yang pada gilirannya membentuk “gaya” kepemimpinan.

    SEKALI LAGI TENTANG ” STRATEGI KITA”

    Meskipun strategi klita selalu dikaitkan dengan masalah militer yang sangat berkaitan dengan seni dan ilmu pengetahuan. Kini ilmu strategi mempunyai arti dan peranan yang sangat penting bagi setiap organisasi dalam rangka mencapai tujuannya.
    1. Para Panglima Perang selalu proaktif terhadap kondisi yang berlaku untuk menjamin masa depan, maka tidak berbeda bagi pimpinan organisasi lebih proaktif dalam menatap masa depan
    2. Strategi memberikan arah jangka panjang yang akan dituju.
    3. Strategi membantu organisasi dalam beradaptasi dengan lingkungan
    4. Dengan strategi operasional organisasi lebih efektif dan efisien. Dengan pengorbanan yang kecil meraup keuntungan yang besar
    5. Dengan strategi membantu organisasi mampu mengidentifikasi peluang, hambatan kekuatan dan kelemahan. Seorang ahli strategi dapat melihat situasi lingkungan dengan cepat dan tepat
    6. Dengan strategi memudahkan proses pengambilan keputusan yang dilakukan pimpinan organisasi
    7. Strategi dapat mengintegrasikan kegiatan berbagai komponen menuju pada sasaran dan tujuan yang telah ditentukan.

    KINI STRATEGI PERANG MILIK ANDA
    MILIK KITA
    IKUTI TERUS “STRATEGI KITA”
    KAMI AKAN MEMBANTU ANDA UNTUK MERUMUSKAN STRATEGI PERANG YANG COCOK UNTUK ANDA
    BUKANKAH TIAP LANGKAH KITA TERUS BERPERANG UNTUK
    MENUJU SUKSES
    SALAM HANGAT
    KOLONEL MARWAN

    Sorry, the comment form is closed at this time.

     
    %d blogger menyukai ini: