HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM Tarbiyah

Yakin Usaha Sampai

  • Kalender

    Mei 2009
    M S S R K J S
        Jun »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Kategori Tulisan

  • CHAT ROOM

  • komentar

    iza di PINTAR VS BODOH ???
    sulis di contoh proposal skripsi
    sistem informasi sek… di PENDIDIKAN ISLAM DALAM SISTEM…
    Stop Dreaming Start… di contoh proposal skripsi
    laila di contoh proposal skripsi
    qossam di PKS Cuma Gertak Sambal
    alqossam di PKS Cuma Gertak Sambal
    suriza di Demo Hotel Grand Antares
    zay di Demo Hotel Grand Antares
    zay di Demo Hotel Grand Antares
    zay di Demo Hotel Grand Antares
    dir88gun2 di PKS Cuma Gertak Sambal
    qossam di newsletter
    ressay di MAKALAH LK-II
    dedekusn di PINTAR VS BODOH ???
  • http://princess135.blogspot.com www.islamonline.com
  • Demo Hotel Grand Antares

    Posted by alqossam86 pada 26 Mei 2009


    Demo Hotel Grand Antares, Mahasiswa-Polisi Bentrok

    Jumat, 15 Mei 2009 | 16:37:45


    Seorang pendemo dengan kondisi berdarah diamankan polisi.

    Seorang pendemo dengan kondisi berdarah diamankan polisi.

    MEDAN-Demo puluhan Mahasiswa Pancasila (Mapancas) di depan Hotel Grand Antares Jalan SM Raja Medan, kemarin (14/5), berakhir ricuh. Usai orasi, polisi menangkap mahasiswa yang menolak disuruh meminggirkan sepeda motor karena mengakibatkan kemacetan. Satu mahasiswa luka dan 5 lainnya diamankan berikut belasan sepeda motor dan taksi.

    Massa Mapancas mendatangi Hotel Grand Antares dengan menggelar konvoi sepeda motor. 30-an mahasiswa berorasi sembari mengecam manajemen hotel yang dinilai tak mematuhi aturan pemko. Massa menilai IMB hotel tak sesuai dengan fisik terutama ketinggiannya.

    Manajemen juga dituding melakukan penipuan publik. Pasalnya, fasilitas yang diiklankan manajemen seperti kids pool, swimming pool dan fitnes center, ternyata tak tersedia.

    Singkat cerita, orasi berjalan tanpa kekerasan. Massa sempat mendesak pihak manajemen menemui mereka namun dijawab dengan pagar betis karena massa mulai merangsek masuk. Tak berhasil menemui manajemen, massa mulai membubarkan diri dan inilah awal bentrok.

    Massa menggeber gas kereta sekuat-kuatnya hingga menimbulkan keributan dan jalanan sempat macet. Meski disuruh segera berlalu agar menghindari macet, massa tetap bertingkah. Permintaan polisi itu dinilai mahasiswa sebagai tindakan provokasi.

    Fakhrur Rozi yang berada di depan langsung datang menghampiri. Aksi saling dorong pun terjadi sehingga antara Bripka Hasan dan Rozi saling mengantukkan kepalanya. Bentrok pun tak terelakkan lagi. Puluhan anggota Samapta Poltabes dibantu personil Polsekta Medan Kota yang bekisar berjumlah 30-an mengepung mahasiswa. Bersenjatakan pentungan rotan, mahasiswa dikejar, ditangkap dan dipukuli.

    Sepedamotor yang dibawa mahasiswa berserakan di tengah jalan akibat bentrok yang berjalan singkat itu. Terlihat juga Kapolsek Medan Kota AKP Darwin Ginting ikut andil dalam bentrok itu hingga jam tangannya terjatuh. Bahkan, mantan perwira yang bertugas di Yanduan Propam Poldasu ini menarik kerah baju Rozi untuk kemudian diamankan ke areal hotel.

    Menerima pukulan, sejumlah mahasiswa melakukan perlawanan. Tidak berapa lama kemudian muncul sejumlah anggota Brimob. Bentrok pun akhirnya terhenti setelah puluhan mahasiswa lari tunggang langgang. Sementara, 5 mahasiswa yakni, Fakhrur Rozi, Rahmat, Reno, Egi dan Baginda ditangkap dan diamankan ke Mapolsekta Medan Kota, berikut sebelas unit sepeda motor dan taksi warna putih bertuliskan Mapancas yang terparkir di depan hotel langsung diamankan.

    Kapolsekta Medan Kota AKP Darwin Ginting di TKP mengatakan, pengamanan dilakukan pihaknya sesuai prosedur. “Upaya kita hanya melakukan pengamanan dan kita sudah sangat mentolerir aksi mereka yang anarkhis, tidak ada satupun ucapan mereka yang baik, semuanya mereka hina termasuk kami polisi yang berpakaian seragam lengkap,” ucap Darwin Ginting.

    Ditambahkannya, anggotanya (Bripka Hasan) hanya meminta mereka berjalan sehingga tidak terjadi kemacetan panjang. “Kita sudah cukup toleransi dengan mereka tapi mahasiswa tidak mengindahkannya,” kata AKP Darwin Ginting yang juga mengaku siap jika mahasiswa melaporkannya ke Propam ata pemukulan itu. “Silahkan saja, semua warga negara ini berhak membuat pengaduan jika merasa dirugikan,” tandasnya.

    Benar saja, AKP Darwin dan anggotanya dilaporkan ke Propam dengan nomor laporan No.Pol:STPL/67.a/V/2009/PROPAM, tertanggal 14 Mei 2009 yang ditandatangani atas nama Kabid Propam melalui Perwira Pengawas (Pawas) AKP Alberson.

    Dengan Laporan ke Propam itu, AKP Darwin Ginting beserta anggoatanya disangkakan melanggar Pasal 3 huruf g dan Pasal 5 huruf c PP RI No.2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Polri.

    Sedangkan, General Manager Hotel Grand Antares, Darwin Siahaan mengatakan, tudingan mahasiswa itu hanya menduga-duga saja. “Soal fasilitas hotel memang masih dalam proses pembangunan, kita tidak ada melakukan pembohongan publik. Jadi kalau ada hotel kami yang menyalahi aturan, silahkan lapor tapi jangan seperti ini,” ucap Darwin Siahaan.

    Sementara terpisah, terkait persoalan IMB Grand Antares yang dituduhkan mahasiswa, Kasubdis Pengawasan dan Penertiban Dinas TRTB Pemko Medan, Misto Harjo, yang dihubungi wartawan mengaku tidak ada persoalan soal ijin bangunan hotel tersebut. “IMB-nya tidak ada masalah,” jawabnya singkat. Terkait kasus pemukulan terhadap mahasiswa tadi, imbasnya terhadap Kapolsek Medan Kota AKP Darwin Ginting beserta puluhan anggotanya yang melakukan pemukulan, hingga dilaporkannya ke pihak Propam.(zulfadli/mar/sc)

    4 Tanggapan to “Demo Hotel Grand Antares”

    1. suriza said

      anarkis lah bro..

    2. zay said

      rozi hebat ya

    Sorry, the comment form is closed at this time.

     
    %d blogger menyukai ini: